Senin, 22 September 2008

Harun Yahya sebagai Kutipan Tulisan

"Apakah mereka tidak memperhatikan unta?"

HARUN YAHYA

Lima puluh lima derajat celcius adalah suhu yang panas membakar. Itulah cuaca panas di gurun pasir, daerah yang tampak tak bertepi dan terhampar luas hingga di kejauhan. Di sini terdapat badai pasir yang menelan apa saja yang dilaluinya, dan yang sangat mengganggu pernafasan. Padang pasir berarti kematian yang tak terelakkan bagi seseorang tanpa pelindung yang terperangkap di dalamnya. Hanya kendaraan yang secara khusus dibuat untuk tujuan ini saja yang dapat bertahan dalam kondisi gurun ini.

Kendaraan apapun yang berjalan di kondisi yang panas menyengat di gurun pasir, harus didisain untuk mampu menahan panas dan terpaan badai pasir. Selain itu, ia harus mampu berjalan jauh, dengan sedikit bahan bakar dan sedikit air. Mesin yang paling mampu menahan kondisi sulit ini bukanlah kendaraan bermesin, melainkan seekor binatang, yakni unta.

Unta telah membantu manusia yang hidup di gurun pasir sepanjang sejarah, dan telah menjadi simbul bagi kehidupan di gurun pasir. Panas gurun pasir sungguh mematikan bagi makhluk lain. Selain sejumlah kecil serangga, reptil dan beberapa binatang kecil lainnya, tak ada binatang yang mampu hidup di sana. Unta adalah satu-satunya binatang besar yang dapat hidup di sana. Allah telah menciptakannya secara khusus untuk hidup di padang pasir, dan untuk melayani kehidupan manusia. Allah mengarahkan perhatian kita pada penciptaan unta dalam ayat berikut:

Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana ia diciptakan. (QS. Al-Ghaasyiyah, 88:17)

Jika kita amati bagaimana unta diciptakan, kita akan menyaksikan bahwa setiap bagian terkecil darinya adalah keajaiban penciptaan. Yang sangat dibutuhkan pada kondisi panas membakar di gurun adalah minum, tapi sulit untuk menemukan air di sini. Menemukan sesuatu yang dapat dimakan di hamparan pasir tak bertepi juga tampak mustahil. Jadi, binatang yang hidup di sini harus mampu menahan lapar dan haus, dan unta telah diciptakan dengan kemampuan ini.

Unta dapat bertahan hidup hingga delapan hari pada suhu lima puluh derajat tanpa makan atau minum. Ketika unta yang mampu berjalan tanpa minum dalam waktu lama ini menemukan sumber air, ia akan menyimpannya. Unta mampu meminum air sebanyak sepertiga berat badannya dalam waktu sepuluh menit. Ini berarti seratus tiga puluh liter dalam sekali minum; dan tempat penyimpanannya adalah punuk unta. Sekitar empat puluh kilogram lemak tersimpan di sini. Hal ini menjadikan unta mampu berjalan berhari-hari di gurun pasir tanpa makan apapun.

Kebanyakan makanan di gurun pasir adalah kering dan berduri. Namun sistem pencernaan pada unta telah diciptakan sesuai dengan kondisi yang sulit ini. Gigi dan mulut binatang ini telah dirancang untuk memungkinkannya memakan duri tajam dengan mudah.

Perutnya memiliki disain khusus tersendiri sehingga cukup kuat untuk mencerna hampir semua tumbuhan di gurun pasir. Angin gurun yang muncul tiba-tiba biasanya menjadi pertanda kedatangan badai pasir. Butiran pasir menyesakkan nafas dan membutakan mata. Tapi, Allah telah menciptakan sistem perlindungan khusus pada unta sehingga ia mampu bertahan terhadap kondisi sulit ini. Kelopak mata unta melindungi matanya dari dari debu dan butiran pasir. Namun, kelopak mata ini juga transparan atau tembus cahaya, sehingga unta tetap dapat melihat meskipun dengan mata tertutup. Bulu matanya yang panjang dan tebal khusus diciptakan untuk mencegah masuknya debu ke dalam mata. Terdapat pula disain khusus pada hidung unta. Ketika badai pasir menerpa, ia menutup hidungnya dengan penutup khusus.

Salah satu bahaya terbesar bagi kendaraan yang berjalan di gurun pasir adalah terperosok ke dalam pasir. Tapi ini tidak terjadi pada unta, sekalipun ia membawa muatan seberat ratusan kilogram, karena kakinya diciptakan khusus untuk berjalan di atas pasir. Telapak kaki yang lebar menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, dan berfungsi seperti pada sepatu salju. Kaki yang panjang menjauhkan tubuhnya dari permukaan pasir yang panas membakar di bawahnya. Tubuh unta tertutupi oleh rambut lebat dan tebal. Ini melindunginya dari sengatan sinar matahari dan suhu padang pasir yang dingin membeku setelah matahari terbenam. Beberapa bagian tubuhnya tertutupi sejumlah lapisan kulit pelindung yang tebal. Lapisan-lapisan tebal ini ditempatkan di bagian-bagian tertentu yang bersentuhan dengan permukaan tanah saat ia duduk di pasir yang amat panas. Ini mencegah kulit unta agar tidak terbakar. Lapisan tebal kulit ini tidaklah tumbuh dan terbentuk perlahan-lahan; tapi unta memang terlahir demikian. Disain khusus ini memperlihatkan kesempurnaan penciptaan unta.

Marilah kita renungkan semua ciri unta yang telah kita saksikan. Sistem khusus yang memungkinkannya menahan haus, punuk yang memungkinkannya bepergian tanpa makan, struktur kaki yang menahannya dari tenggelam ke dalam pasir, kelopak mata yang tembus cahaya, bulu mata yang melindungi matanya dari pasir, hidung yang dilengkapi disain khusus anti badai pasir, struktur mulut, bibir dan gigi yang memungkinkannya memakan duri dan tumbuhan gurun pasir, sistem pencernaan yang dapat mencerna hampir semua benda apapun, lapisan tebal khusus yang melindungi kulitnya dari pasir panas membakar, serta rambut permukaan kulit yang khusus dirancang untuk melindunginya dari panas dan dingin.

Tak satupun dari ini semua dapat dijelaskan oleh logika teori evolusi, dan kesemuanya ini menyatakan satu kebenaran yang nyata: Unta telah diciptakan secara khusus oleh Allah untuk hidup di padang pasir, dan untuk membantu kehidupan manusia di tempat ini.
Begitulah, kebesaran Allah dan keagungan ciptaan-Nya tampak nyata di segenap penjuru alam ini, dan Pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Allah menyatakan hal ini dalam ayat Alquran:

Sesungguhnya, Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan – Nya meliputi segala sesuatu. (QS. Thaahaa, 20:98)

Unta: Hewan Yang Khidmat Kepada Umat Manusia


HARUN YAHYA

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan? Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan."
(QS. Al Ghasiyah: 17-21)

Tidak diragukan lagi bahwa semua makhluk, dengan kemampuan mereka, menunjukkan kekuasaan dan pengetahuan tak terbatas dari Pencipta mereka. Allah mengungkapkan hal ini dalam berbagai ayat Al Quran, mengisyaratkan bahwa segala sesuatu yang Dia ciptakan sebenarnya adalah sebuah tanda, yaitu lambang dan peringatan.

Dalam surat Al-Ghasiyah ayat ke-17, Allah merujuk kepada hewan yang akan kita pelajari dan pikirkan dengan saksama, yaitu unta.

Pada bagian ini, kita akan mempelajari makhluk hidup yang ditunjukkan Allah dalam ungkapan Al Quran, "Tidakkah mereka memperhatikan unta; bagaimana mereka diciptakan?"

Yang menjadikan unta "makhluk hidup istimewa" adalah struktur tubuhnya, yang tidak terpengaruh oleh kondisi alam paling keras sekalipun. Tubuhnya memiliki beberapa keistimewaan, yang memungkinkan unta bertahan hidup berhari-hari tanpa air dan makanan, dan mampu mengangkut beban ratusan kilogram selama berhari-hari.

Ciri-ciri unta, yang akan kita pelajari secara terperinci pada halaman-halaman berikut, membuktikan bahwa hewan ini diciptakan khusus untuk kondisi iklim kering, dan bahwa ia disediakan untuk melayani manusia. Ini adalah tanda-tanda penciptaan yang nyata bagi orang-orang yang berakal.

"Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang-orang yang bertakwa." (QS.Yunus: 6).

Kepala Terlindung Dari Pasir:

Bulu mata memiliki sistem pengaitan. Dalam keadaan bahaya, bulu ini secara otomatis menutup. Bulu mata yang saling berkait ini mencegah masuknya partikel debu ke mata.

Hidung dan telinga ditutupi oleh bulu panjang agar terlindungi dari debu dan pasir.

Lehernya yang panjang memungkinkan hewan ini mencapai dan memakan dedaunan yang berada 3 m di atas tanah.


Kaki Yang Cocok Dengan Semua Jenis Tanah:

Kakinya memiliki dua jari kaki yang dihubungkan dengan bantalan elastis. Struktur ini, yang memungkinkan unta mencengkeram tanah dengan erat, terdiri dari empat bola berlemak. Ini sangat cocok untuk berbagai jenis kondisi tanah.

Kuku melindungi kaki dari kemungkinan rusak akibat benturan.

Lututnya tertutup kapalan, yang terbentuk dari kulit sekeras dan setebal tanduk. Ketika hewan ini berbaring di pasir yang panas, struktur berkapalan ini melindunginya dari luka akibat permukaan tanah yang sangat panas.

Punuk Unta Sebagai Simpanan Makanan:

Punuk unta, yang berupa gundukan lemak, menyediakan sari makanan bagi hewan ini secara berkala ketika ia mengalami kesulitan makanan dan kelaparan. Dengan sistem ini, unta dapat hidup hingga tiga pekan tanpa air. Selama masa ini, unta kehilangan 33% berat badannya. Dalam kondisi yang sama, seorang manusia akan kehilangan 8% berat badannya dan meninggal dalam waktu 36 jam, dan kehilangan seluruh air dari tubuhnya.

Bulu Tebal Yang Menyekat Panas:

Bulu tebal ini terdiri atas rambut yang tebal dan kusut, yang tidak hanya melindungi tubuhnya dari kondisi cuaca dingin maupun panas, tetapi juga mengurangi kehilangan air dari tubuh. Unta Dromedari dapat memperlambat penguapan air dengan meningkatkan suhu tubuhnya sampai 41 C. Dengan cara ini, ia mencegah kehilangan air.

Dengan bulu tebalnya, unta dapat bertahan hidup dengan suhu hingga 50 C di musim panas dan hingga -50 C di musim dingin.

Mereka Bahkan Dapat Memakan Duri:

Unta Dromedari dapat bertahan pada suhu -52 C, di wilayah-wilayah paling tinggi di Asia Tengah.

Daya Tahan Luar Biasa Dari Lapar Dan Haus

Unta dapat bertahan hidup tanpa makanan dan air selama delapan hari pada suhu 50 C. Pada masa ini, ia kehilangan 22% dari keseluruhan berat badannya. Sementara manusia akan sekarat jika kehilangan air setara dengan 12% berat badan, seekor unta kurus dapat bertahan hidup kendatipun kehilangan air setara dengan 40% keseluruhan berat badan. Penyebab lain kemampuannya bertahan terhadap haus adalah adanya mekanisme yang memungkinkan unta meningkatkan suhu tubuh-dalamnya hingga 41 C. Dengan demikian, ia mampu meminimalkan kehilangan air dalam iklim panas yang ekstrem di gurun pasir pada siang hari. Unta juga mampu mengurangi suhu tubuh-dalamnya hingga 30 C pada malam yang dingin di padang pasir.

Unit Penggunaan Air Yang Baik

Unta mampu mengonsumsi air hingga 30 liter, yaitu sekitar sepertiga dari berat badannya, dalam waktu kurang dari 10 menit. Di samping itu, unta memiliki struktur selaput lendir dalam hidungnya yang seratus kali lebih besar dari yang ada pada manusia. Dengan selaput lendir hidungnya yang besar dan melengkung, unta mampu menyerap 66% kelembapan yang ada di udara.

Pemanfaatan Maksimal Makanan Dan Air

Sebagian besar binatang mati keracunan ketika urea yang tertimbun dalam ginjal berdifusi ke dalam darah. Akan tetapi, unta menggunakan air dan makanan secara maksimal dengan melewatkan urea ini berkali-kali melalui hati. Struktur darah dan sel unta dikhususkan untuk membuat hewan ini hidup lama tanpa air dalam kondisi padang pasir.

Dinding sel hewan ini memiliki struktur khusus yang mampu mencegah kehilangan air secara berlebihan. Di samping itu, komposisi darah mencegah terjadinya pelambatan peredaran darah, bahkan ketika jumlah air di dalam tubuh unta berkurang hingga batas minimum. Selain itu, dalam darah unta terdapat lebih banyak enzim albumin, yang memperkuat ketahanan terhadap haus, dibandingkan dalam darah makhluk hidup lain.

Punuk adalah pendukung lain bagi unta. Seperlima dari seluruh berat badan unta tersimpan dalam bentuk lemak pada punuknya. Penyimpanan lemak tubuh hanya pada satu bagian tubuh mencegah pengeluaran air dari seluruh tubuhnya-yang berkaitan dengan lemak. Ini memungkinkan unta menggunakan air secara minimum.

Walau mampu mengonsumsi 30-50 kg makanan dalam sehari, dalam kondisi yang keras unta mampu bertahan hidup hingga sebulan hanya dengan 2 kg rumput sehari. Unta memiliki bibir yang sangat kuat dan mirip karet, yang memungkinkannya memakan duri yang cukup tajam untuk menusuk kulit tebal. Di samping itu, unta memiliki lambung berbilik empat dan sistem pencernaan yang sangat kuat, yang mampu mencerna apa pun yang ia makan. Ia bahkan mampu memakan bahan-bahan seperti karet India, yang tidak dapat dianggap sebagai makanan. Sungguh jelas bagaimana pentingnya kualitas ini pada iklim yang sedemikian kering.

Perlindungan Terhadap Angin Tornado

Mata unta memiliki dua lapisan bulu mata. Bulu mata ini saling kait seperti perangkap dan melindungi matanya dari badai pasir yang kuat. Selain itu, unta mampu menutup lubang hidungnya, sehingga pasir tidak dapat masuk.

Perlindungan Terhadap Kondisi Cuaca Yang Terik Dan Membekukan

Bulu tebal yang tidak tertembus pada tubuh unta mencegah matahari padang pasir yang terik mencapai kulitnya. Bulu ini juga menghangatkan unta dalam kondisi cuaca yang membekukan. Unta padang pasir tidak terpengaruh oleh suhu hingga setinggi 50 C, dan unta Baktria yang berpunuk dua mampu bertahan hidup pada suhu hingga serendah -50 C. Unta jenis ini mampu bertahan hidup bahkan pada lembah-lembah dataran tinggi, 4000 m di atas permukaan laut.

Perlindungan Terhadap Pasir Yang Membakar

Kaki unta, yang terlalu besar bagi tungkainya, secara khusus "didesain" dan diperlebar untuk membantunya berjalan di atas pasir tanpa terperosok. Kaki ini telapaknya luas dan menggembung. Selain itu, kulit tebal khusus di bawah telapak kaki merupakan perlindungan terhadap pasir yang membakar.

Marilah kita berpikir dengan mengingat informasi tersebut: Apakah ia dengan sendirinya menyesuaikan diri dengan kondisi padang pasir? Apakah ia dengan sendirinya membentuk lapisan lendir dalam hidungnya atau punuk di punggungnya? Apakah ia dengan sendirinya mendesain hidung dan struktur matanya agar mampu melindungi diri dari dari angin tornado dan badai? Apakah ia dengan sendirinya mendesain darahnya sendiri dan struktur selnya sendiri berdasarkan prinsip penghematan air? Apakah ia dengan sendirinya memilih bentuk bulu yang menutupi tubuhnya? Apakah ia mengubah dirinya sendiri menjadi "kapal padang pasir"?

Sebagaimana makhluk hidup lain, unta sudah pasti tidak dapat melakukan satu pun dari hal-hal tersebut dan membuat dirinya bermanfaat bagi manusia. Ayat di dalam Al Quran "Tidakkah mereka memperhatikan unta; bagaimana ia diciptakan?" mengarahkan perhatian kita kepada penciptaan hewan luar biasa ini dalam bentuk terbaik. Sebagaimana makhluk lain, unta juga dilengkapi banyak kualitas istimewa, lalu ditempatkan di muka bumi sebagai tanda kebesaran sang Pencipta.

Unta diciptakan dengan ciri-ciri fisik yang luar biasa ini untuk melayani umat manusia. Umat manusia sendiri diwajibkan untuk melihat penciptaan di seluruh jagat raya dan tunduk kepada sang Pencipta segala makhluk: Allah SWT.


Ke indeks artikel

Minggu, 18 Mei 2008

Pengelolaan Sumberdaya Air / Bab Sumberdaya Manusia


KONSEP !!!!


Bismillaahir rohmaanir rohiim.

File Mobile HDD / Komp. 1 / PSDAL



Bab II-2/2

Manusia

Sebagai Khalifah Allah di Bumi

dengan tugas

mengurus dan memakmurkan Bumi

II.1 Apa yang harus diketahui oleh Manusia

(1) Allah Robbul ‘alamiin dan alam ciptaan-Nya

(2) Manusia

(3) Petunjuk Allah

(4) Tugas, Hak, Wewenang dan Tanggung Jawab Manusia

II.2 Allah dan Alam:

1) Allah Robbul ‘almiin, yang menciptakan makhluk-Nya yang disebut dengan Alam, dengan segala isi dan komponennya, termasuk Manusia

2) Allah YM. Pemurah, YM Penyayang dan yang memiliki nama-nama yang baik, Allah YM Tunggal, semua bergantung kepada-Nya, tidak dianakkan dan tidak beranak , serta tiada yang serupa dengan-Nya.

3) Semua makhluk-Nya, Alam dengan komponennya sampai sekecil zarah (atom) diberi nur kepunyaan-Nya (nur Allah, prana, kekuatan, potensi, energi, Sumberdaya)

4) Allah yang menciptakan manusia sebagi makhluk-Nya, yang paling sempurna dan Allah menjadikan manusia sebagai Khalifah Allah di Bumi diberi tugas hak wewenang dan tanggungjawab (THWT) untuk mengurus dan memakmurkan bumi secara bersama-sama dengan benar dan baik sesuai dengan petunjuk-Nya, disamping menjalankan tugas beribadah Ritual sebagai kewajiban pribadi (fardlu ‘ain)

II.2 Penciptaan dan keadaan Manusia

1) Manusia makhluk hidup yang diciptakan Allah dari tanah dan air sebagai unsur utamanya.

2) Manusia diciptakan-Nya sebagai makhluk Allah yang disempurnakan-Nya melebihi dari makhluk-Nya yang lain. Selagi masih berada di dalam kandungan ibunya, manusia setelah disempurnakan kejadiannya, ditiupkan-Nya roh Allah Robbul ‘alamiin agar mereka tidak mengatakan bahwa mereka tidak beriman karena belum ada yang memberitahu tentang keimanan.

3) Manusia dijadikan-Nya Khalifah Allah di Bumi

4) Musuh manusia yang benar benar musuh adalah setan

5) Sebagai Khalifah Allah di Bumi, manusia diberi-Nya tugas, hak, wewenang dan tanggung-jawab (THWT) untuk mengurus Bumi

6) Manusia dihidupkan dan ditempatkan di bumi, dimatikan di bumi dan sesudah mati akan dibangkitkan dari bumi, dikumpulkan untuk dihisab dan diadili atas amal perbuatannya di dunia. Semua manusia akan kembali kepada Allah.

7) Manusia diciptakan Allah untuk beribadah dan minta pertolongan hanya kepada Allah Yang Maha Esa, Yang Maha Pemurah dan Yang Maha Penyayang.

8) Diwajibkan bagi seluruh manusia untuk beriman, bertaqwa serta berbuat baik yang diridloi-Nya. Namun selama hidupnya di bumi, manusia diberi kemerdekaan, dengan izin-Nya, untuk memilih menjadi orang yang beriman dan taqwa atau memilih menjadi orang yang kafir, fasik, musyrik dan munafik.

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan kamu dalam keadaan muslim (taat, patuh dan selamat) (Q. 3/102).

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya (Q.10/100).

II.4 Wewenang Manusia sebagai Khalifah Allah di Bumi

1) Manusia dijadikan-Nya Khalifah Allah di Bumi, dan diberi-Nya wewenang sebagai pengganti, mandataris dan manager Allah di Bumi, dengan tugas khusus yang diberikan-Nya hanya kepada manusia, yaitu untuk mengurus dan memakmurkan Bumi.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi". Dst. ----- (Q. 2/26)

Dan Dialah yang menjadikan kamu khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.

Sesungguhnya Robb-mu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q. 6/165)

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,(Q.33/72)

----- Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pengurus - pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Robb-ku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya)." (Q. 11/61).

(2) Manusia diwajibkan melaksanakan dua macam ibadah yaitu ibadah Ritual yang merupakan kewajiban individu dan ibadah ke-Khalifahan Allah di Bumi untuk mengurus bumi yang harus dilaksanakan secara bersama-sama berdasarkan musyawarah di antara mereka dan bertawakal kepada Allah.

(3) Manusia dberi kemampuan dengan izin-Nya untuk mengelola Sumberdaya Alam, khususnya Sumberdaya yang ada di bumi

(4) Sebagai pribadi manusia diberi-Nya keunggulan non fisik, untuk memperoleh bermacam macam Ilmu dan Hikmah sesuai dengan izin-Nya, diberi kebebasan untuk berusaha dengan kemampuan dan keterampilan berekayasa.

(5) Sedangkan suatu Negeri akan diberi-Nya berkah dari langit dan dari bumi, dan penduduknya sejahtera seandainya penduduknya beriman dan taqwa, serta menguasai Ilmu Teknik (Ternologi) dan Negeri tersebut memiliki Prasarana dan Alat-Peralatan Teknologi.

(6) Manusia diberi petunjuk-Nya dan manusia diwajibkan mengetahui semua petunjuk Allah, untuk dipergunakan dalam melaksanakan tugas beribadah.

(7) Manusia yang berakal diwajibkan mempelajari, memahami dan menggunakan petujkuk-Nya dan dijabarkannya menjadi Norma dan berbagai Hukum, Standar, Pedoman dan Manual (NHSPM) yang relevan dengan berbagai macam urusan di dunia dalam pengurusan Bumi.

(8) Di Hari Akhir, sebahagian dari mereka akan dimasukkan-Nya ke dalam Jannah (Taman, Sorga) yang disediakan bagi mereka yang beriman dan beramal saleh selama hidup di dunia berdasarkan petunjuk-Nya. Dan sebahagian mereka dimasukkan-Nya ke dalam Neraka bagi mereka yang kafir, fasik, musyrik dan munafik, mereka selalu menentang perintah-Nya, dan tidak pernah bertaubat untuk diikuti dengan beriman dan berbuat baik.

II.4 Pengurusan Bumi (Hipotesa)

(Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Pembinaan Sumberdaya Manusia)

(1) Pengelolaan Sumberdaya Alam (PSDA) termasuk Sumberdaya Air dan Lahan

termasuk Sumberdaya Air dan Lahan, dapat dijabarkan kedalam lima kegiatan utama yaitu:

1) Pemanfaatan dan Pengembangan (Pendayagunaan) Sumberdaya Alam yang bersifat positif rakhmat Allah menguntungkan.

2) Penanggulangan atau Pengantisipasian bencana, bahaya, ancaman, dan gangguan terhadap kehidupan dan penghidupan yang ditimbulkan oleh Sumberdaya Alam yang secara alamiah bersifat negatif merugikan.

3) Penaggulangan dan atau pencegahan kerusakan lingkungan Sumberdaya Alam dan Sumberdaya Buatan akibat perbuatan manusia yang tdak sadar. Pada dasarnya hampir semua kegiatan manusia dapat menimbulkan dampak negatif merugikan (ada aksi pasti ada reaksi), kecuali yang dikerjakan oleh yang sadar,

4) Konservasi Sumberdaya Alam dan Sumberdaya Buatan,

5) Pengaturan, Pengendalian dan Pengawasan terhadap segala kegiatan Pengelolaan. Semua kegiatan harus mengikuti petunjuk-Nya dan yang dijabarkan menjadi NHSPM.

Hasil pengelolaan Sumberdaya Alam harus dapat dinikmati oleh semua makhluk. Manusia diwajibkan bertindak sebagai penyebar rakhmat Allah (rakhmat lil ‘alamiin) yang adill sesuai dengan petunjuk-Nya.

(2) Pembinaan dan pengembangan Sumberdaya Manusia

Pembinaan dan pengembangan Sumberdaya Manusia dapat dilakukan melalui kegiatan Pendidikan, Pelatihan dan Pengajaran (Diklatjar).

Manusia yang diciptakan-Nya sebagai makhluk yang sempurna akan menjadi manusia yang lebih berkualitas unggul, bila dia mampu meningkatkan keimannya dan dapat beramal shaleh yang diridloi-Nya, dengan hasil yang lebih banyak, efektif, efisien dan optimal, hanya dengan menggunakan Ilmu, Hikmah, Teknologi ( Teknologi = Ilmu Teknik untuk merancang, membuat, menggunakan alat peralatan teknik) dan menggunakan keterampilan berekayasa.

Kegiatan Pembinaan SDM juga harus mengikuti petunjuk-Nya dan yang dijabarkan menjadi NHSPM.

Untuk dapat melaksanakan tugas sebagai Khalifah Allah di Bumi, manusia diberi kesempatan memperoleh kompetensi sebagai tokoh:

1) Pemikir / Peneliti (akhli dzikir): Dengan objek yang ditelitinya ialah Kitabullah, Hadits Rosul dan Sunatullah untuk Alam, yang menghasilkan Ilmu Qauliyah dan Ilmu Kauniyah

2) Ilmuwan (ulama yang menguasai ilmu quliyah dan kauniyah melalui penelitian langsung dari alam dan atau melalui proses membaca hasil peneliti)

3) Perekayasa (ulul albaab): Pengelola Sumberdaya Alam, Sumberdaya Alam sebagai rakhmat Allah bagi semua

4) Pengumpul dan Penyebar rakhmat Allah (Rakhmat lil ‘alamiin) : Guru sebagai penyebar Ilmu dan Kebijakan, Pedagang yang menyebarkan hasil Pendayagunaan Sumberdaya Alam, Amiliin yang mengambil atau mengumpulkan sedekah atau zakat dan menyampaikannya atau membagikan kepada delapan kaum yang berhak menerimanya. Pengumpul pajak atas nama Penguasa untuk dipergunakan dalam pengurusan Negara demi kepentingan seluruh rakyat

5) Koordinator (imam), yang mengajak berbuat baik dengan petunjuk-Nya

6) Penguasa ( ulil amri): Pemimpin, Ketua, Raja, Sultan dan yang berada dalam kelompok Eksekutif yang berkompeten untuk memerintah dan mengerahkan Sumberdaya Manusia.

7) Pengawas dan Penjaga (seperti Kelompok Legislatif, Inspektur, Jaksa dan Polisi)

8) Hakim dan Wasit (kelompok Yudikatif) yang memutuskan, dengan petunjuk-Nya dan NHSPM, mana yang benar dan yang salah, pemberian punishmet bagi yang bersalah dan reward bagi yang berprestasi

9) Pelindung (waliyun), yang beriman yang melindungi, memberikan pertolongan dan yang memberikan ampunan

Catatan:

Semua manusia diberi-Nya kesempatan untuk memperoleh kompetensi tersebut dengan bobot dan urusan, bidang garapan yang berbeda beda, sesuai dengan kemauan dan usaha mereka dan ditentukan atas kehendak-Nya.

I.4. Kecenderungan sebahagian besar manusia tidak mengikuti petunjuk-Nya dan berbuat kerusakan di Bumi

Sejalan dengan makin bertambahnya penduduk di berbagai Wilayah di Indonesia, maka semakin intesif pula manusia melakukan pemanfaatan Sumberdaya Lahan baik untuk digunakan sebagai tempat kegiatan, maupun untuk digali Sumberdaya Alamnya.

Namun disayangkan pendayagunaan Sumberdaya Lahan dilakukan dengan cara yang sembarangan, tanpa memikirkan dampak negatifnya yang menimbulkan kerugian dan malapetaka bagi manusia sendiri dan makhluk hidup yang lain.

Akibat penggunaan Lahan yang sembarangan maka dengan jelas telah terjadi kerusakan Lingkungan Sumberdaya Alam termasuk kerusakan Lingkungan Sumberdaya Air baik yang berada di permukaan Bumi, di dalam tanah (Air Tanah), di jaringan Badan Sungai (Sumberdaya Sungai), di Laut maupun yang berada di Atmosfir.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka (peringatan, azab dan siksa), agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (Q,30/41).

Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak,

dan Allah tidak menyukai kebinasaan. (Q. 2/205)

Dan ingatlah olehmu di waktu Allah

menjadikan kamu khalifah (pengganti-pengganti yang berkuasa) sesudah kaum `Aad

dan memberikan tempat bagimu di bumi.

Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar (atau didatarkan)

dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah;

maka ingatlah ni`mat-ni`mat Allah

dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan. (Q. 7/74)

--- Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan, Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan di muka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. (Q.5/64)

Padahal manusia yang akalnya telah berkembang akan meyakini bagaimana pentingnya peran dan manfaat air dan meyakini bahwa seandainya Air atau Sumberdaya Air dihilangkan-Nya, maka makhluk hidup akan mati dan mereka meyakini bagaimana mereka akan tersiksa seandainya datang bahaya kekeringan, pencemaran dan banjir. Sekarang mereka juga mengetahui bahwa bencana keairan khususnya yang terjadi di Indonesia lebih banyak diakibatkan oleh perbuatan manusia yang tidak sadar (tidak berilmu dan atau berbuat nekad).

Dan Allah menurunkan dari langit air (hujan) dan dengan air itu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran) (Q. 16/65).

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya (teori Bigbang menurut orang Barat).

Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup.

Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (21/30)

Dan Dia yang menciptakan manusia dari air,

lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan dan mushaharah

dan (ingatlah) Robb-mu Maha Kuasa. (Q. 25/54)

Dialah Yang menjadikan bumi sebagai hamparan (bumi yang diratakan) bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah (jangan musyrik), padahal kamu mengetahui.(Q. 2/22)

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa.

Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. (Q. 6/99)

Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu ia menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.(Q. 39/21)

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi (sebagai air permukaan, didalam tanah dan di jasad hidup), dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya (Q. 23/18).

“--Dia menurunkan hujan yang sangat deras, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu--" (Q: 11/52),

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya (mengeringkannya) (Q. 23/18).

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu? "(Q.67/30).

I.5 Merusak Sumberdaya Alam merupakan Perbuatan Dosa

Adapun perbuatan manusia (perbuatan dosa) khususnya yang dilakukan di Lahan di Daerah Tangkapan Hujan / Daerah Aliran Sungai (DTH / DAS) dan di Sungai yang menyebabkan kerusakan Sumberdya Air di mana mana antara lain:

(1) Pembabadan dan pembakaran Pohon Lindung, akan merugikan daya dukung atau nilai fungsi Sumberdaya Air yang alamiah dan yang buatan

Dan apabila ia berpaling (dari kamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak,

dan Allah tidak menyukai kebinasaan. (Q. 2/205)

(2) Penutupan lapisan permukaan tanah peresap air yang dapat mengurangi atau menghilangkan peresapan air permukaan kedalam tanah (lapisan tanah peresap air)

Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi (sebagai air permukaan, didalam tanah dan di jasad hidup), dan sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa menghilangkannya (Q. 23/18).

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu? "(Q.67/30).

(3) Penggalian lapisan atas tanah (top soil) peresap air yang menyebabkan tebal dan volume lapisan peresap air berkurang atau hilang

Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika sumber air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu? "(Q.67/30).

[Air tanah berasal berasal di air hujan yang merembes ke dalam tanah yang dapat keluar di tempat yang lebih rendah yang disebut mata air, dan mata air ini merupakan sumber air bagi selokan dan sungai. Dengan menurunnya air tanah, maka mata air dan sungai juga akan kering]

(4) Pengurangan atau menghilangkan fungsi tampung dari waduk dan semacamnya (Retarding Basin - kubangan air, situ, rawa, sawah, kolam tando) yang alamiah dan yang buatan (tempat parkir air banjir menjadi berkurang atau hilang sama sekali)

Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (Kepada mereka dikatakan): "Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Robb-mu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan Dia adalah Allah Yang Maha Pengampun".(Q.34/15)

Tetapi mereka berpaling, maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr. (Q. 34/16)

Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. (34/17)

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah kamu membuat kerusakan di bumi,” mereka berkata, “Sesungguhnya kami adalah orang orang yang berbuat kebaikan”. Ingatlah, bahwa sesungguhnya itulah orang orang yang berbuat kerusakan, akan tetapi mereka tidak sadar (Q.2/11,12).

---- Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik (Q. 2/26), (yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi. (Q. 2/27),

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi". Mereka (malaikat) berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui" (Q. 2/30).

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (keni`matan) duniawi dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (Q. 28/77)

--- dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa (Q.11/116).

Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? (Q.47/22)

Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Robb-nya (Q. 17/27).

(5) Pengambilan air tanah yang seharusnya tidak berkelebihan dan tidak melampaui batas

Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing)

Makan dan minumlah rezki (yang diberikan) Allah, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan. (Q.2/60)

(6) Pembuangan sampah, kotoran dan polutan (limbah) material biotik, abiotik dan kimiawi baik yang padat maupun yang cair kedalam badan air atau aliran air, yang menyebabkan kualitas air berkurang, sehingga fungsi air bersih menjadi berkurang .

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah sungai menurut ukurannya, maka aliran air itu membawa buih yang mengembang (sampah / polutan). Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api (industeri) untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan.

(7) Pemanfaatan badan Sungai (alur sungai, bantaran banjir dan sempadan sungai), pembangunan Struktur di Badan Sungai tanpa atau tidak berdasarkan Perencanaan dan Desain yang matang dan perusakan Prasarana Keairan (Waduk, danau, Situ, Kolam Tando dan sebagainya) dan penambangan material badan sungai.

(8) Dan sebagainya

Kegiatan pengunaan Lahan di DTH / DAS yang tidak berwawasan Lingkungan, akan mengakibatkan perubahan sifat dan perilaku morfologi sungai yang sangat merugikan, berupa penurunan fungsi sungai, kekeringan, banjir air dan banjir galodo (aliran air dengan muatan sedimen berat), penurunan atau perusakan kualitas air, habitat dan budidaya sungai, transportasi serta penurunan fungsi dan keamanan Bangunan Air di Sungai. (Bangunan Utama, Bendungan, Bangunan Pengendli Sungai, Jembatan, Jalan dan sebagainya).

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kerusakan di Bumi terjadi disebabkan perbuatan tangan-tangan manusia yang tidak mengikuti Petunjuk-Nya

Kerusakan di Darat dan di Laut makin jelas terlihat dengan derajat kerusakan yang terus meningkat. Kerusakan Lingkungan berbagai macam Sumberdaya Alam di Bumi, yang terjadi mana-mana, khususnya di negeri Indonesia, karena perbuatan manusia yang dalam memanfaatkan Sumberdaya Alam tidak memperhatikan dampak negatifnya bagi kehidupan dan penghidupan. Manusia yang merusak Bumi langsung atu tidak langsung adalah mereka yang berada dijajaran eksekutif, legislatif, yudikatif dan masyarakat luas.

Kerusakan Lingkungan Sumberdaya Air terjadinya dimulai dari penggunaan Sumberdaya Lahan yang berada di Daerah Tangkapan Hujan (DTH) yang dilakukan dengan cara yang sembarangan.

Kerusakan Lingkungan Sumberdaya Lahan dan Sumberdaya Air telah menimbulkan berbagai macam bencana keairan yang disambung dengan bencana lain. Bencana yang berkesinambungan dan berkelanjutan yang ahirnya terjadi di seluruh Daerah Aliran Sungaitersebut antara lain kekeringan, penurunan air tanah, pencemaran air, banjir, erosi tanah, longsor, rusaknya sumber alam yang terdapat di lahan, rusaknya lahan pertanian, hutan dan pepohonan lindung dan sebagainya.

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka (peringatan dan siksa), agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (Q,30/41).

Kerusakan Lingkungan Sumberdaya Alam yang menimbulkan berbagai macam bencana tersebut disebabkan oleh manusia-manusia yang tidak sadar akan tugas, hak, wewenang dan tanggung jawabnya yang diberikan Allah kepada manusia yang diciptakan-Nya sebagai makhluk yang paling sempurna dan dijadikan-Nya Khalifah Allah di Bumi ini untuk mengurus dan memakmurkan Bumi dengan benar dan baik sesuai dengan Petunjuk, Perintah dan Larangan-Nya yang tersurat di dalam Kitabullah - Al Qur’an dan Sunatullah.

Mereka yang berbuat kerusakan di Bumi ini sebahagian besar mereka yang tidak mengikuti petunjuk dan perintah-Nya dan telah melanggar larangan-Nya dengan tidak sadar, karena mereka tidak pernah tahu tentang Aturan-peraturan-Nya, mereka tidak pernah membaca apalagi mengkaji Kitabullah, atau karena mereka sengaja kufur menentangnya.

Sesungguhnya semua manusia yang akalnya sudah berkembang harus mengetahui:

Petunjuk, Perintah dan larangan-Nya yang telah disampaikan oleh rosul-Allah yang tersurat di dalam Kitab Allah yang sesungguhnya disediakan untuk seluruh manusia akhir jaman. Kitabullah dan Sunatullah tersebut seharus dipelajari untuk mengetahui Aturan-Peraturan – Nya yang diperlukan untuk mengurus Bumi dengan benar dan baik..

Dari apa dan untuk apa mereka diciptakan Allah,

Kepada Siapa saja mereka harus beribadah,

Beribadah benar yang bagaimana yang harus mereka kerjakan,

Apa yang menjadi haknya dalam menjalankan tugasnya,

Wewenang apa yang diberikan-Nya

Kapan dan kepada siapa saja dia harus mempertanggung jawabkan segala perbuatannya selama hidup di dunia.

Pilihan apa yang diberikan-Nya, pilihan untuk menjadi manusia yang taqwa mengikuti jalan Allah dan dicintai-Nya atau pilihan untuk menjadi manusia yang ingkar dan bodoh terbawa arus mengikuti setan yang terkutuk yang dimurkai Allah

Pahala apa yang diberikan-Nya kepada mereka yang taqwa, beriman dan beramal saleh.

Siksa dan azab apa yang diberikan-Nya kepada mereka yang kufur, tidak beriman di hari Akhir

Perbaikan Kerusakan Lingkungan Sumberdaya Alam

Allah melalui Al Qur’an Allah telah memberi isyarat perintah bahwa dari segolongan manusia yang berda di suatu negeri harus ada yang berusaha mengingatkan dirinya dan orang lain untuk tidak berbuat kerusakan, mencegah perbuatan perusakan Bumi dan ada segolongan yang mengadakan perbaikan terhadap kerusakan yang telah terjadi, sehingga . negeri tersebut menjadi negeri yang baldatun thoyibatun wa robbun ghofur.

Seandainya Allah tidak menolak (kezaliman) sebahagian manusia dengan sebahagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini, tetapi Allah mempunyai karunia atlas semesta alam. (Q.2/251)

Demi masa (waktu, saat dan periode)

Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,

kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.(Q. 103 / 1 sd. 3)

Dan dia termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang.(Q. 90/17)

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.

Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (Q. 13/11)

Seharusnya masih ada sekelompok manusia yang mau berusaha dengan keras untuk menghentikan, mencegah dan memperbaiki Kerusakan Lingkungan yang selama ini terus terjadi yang makin lama makin membahayakan kehidupan dan penghidupan. Caranya untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan Lingkungan Sumberdaya Alam diserahkan kepada caranya masing sesuai dengan kompetensi dan keutamaan kemampuannya mengemban THWT (Tugas, Hak, Wewenag dan Tanggung-jawab) sebagai Khalifahan Allah di Bumi

Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kamu orang-orang yang mempunyai keutamaan yang melarang daripada (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebahagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka, dan mereka adalah orang-orang yang berdosa (Q.11/116).

Manusia diciptakan-Nya sebagai makhluk yang sempurna dan dijadikan-Nya Khalifah Allah untuk mengurus Bumi sesuai dengan Petunjuk-Nya

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi". Dst. ----- (Q. 2/26)

Dan Dialah yang menjadikan kamu khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.

Sesungguhnya Robb-mu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q. 6/165)

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,(Q.33/72)

----- Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pengurus - pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya.

Sesungguhnya Robb-ku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya)." (Q. 11/61).

Allah memberi kemerdekaan kepada manusia, selama hidupnya di dunia, untuk menjadi orang bertaqwa guna memperoleh ridlo-Nya dengan mengikuti petunjuk-Nya atau menjadi orang tidak bertaqwa atau kafir, untuk berbuat sekehendaknya dan tidak mengikuti aturan dan peraturan-Nya. Manusia yang taqwa dengan dasar keimanan, diwajibkan beribadah berbuat yang baik terhdap Allah, terhadap sesama manusia dan terhadap alam.

Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan kamu dalam keadaan muslim (taat, patuh dan selamat) (Q. 3/102).

Dan tidak ada seorangpun akan beriman kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya (Q.10/100).

Dan manusia diberi kemerdekaan untuk beriman atau tidak beriman, dan diberinya kemerdekaan untuk bebuat yang baik sesuai dengan kehendak-Nya atau yang berbuat tidak baik dan mungkar bertentangan dengan kehendak-Nya.

---- Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(Q. 41/40).

– Baginya (pahala) apa yang dia kerjakan dan dia mendapat (siksa) yang dia kerjakan (kejahatan)—(Q. 2/286)

Selanjutnya orang-orang yang beriman akan selalu mengucapkan dan memenuhi janjinya bahwa mereka akan mengabdi dan memohon pertolongan hanya untuk dan kepada Allah saja dan untuk mampu melaksanakan ibadahnya dengan benar, dan manusia harus memohon ditunjuki ke jalan-Nya:

--- Hanya kepada Engkau kami mengabdi dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan”. “Tunjukkanlah kami jalan yang lurus, jalan yang telah diberikan kepada yang telah diberi kenikmatan, bukan jalan yang Engkau murkai dan bukan jalan yang sesat (bodoh)” (Q. 1/5 sd. 1/7)

I.5. Golongan Manusia

Telah disampaikn di butir II.1 bahwa manusia diberi tugas untuk beribadah kepada Allah semata dengan memohon perolongan-Nya untuk dapat melaksanakannya.

Tugas beribadah yang diwajbkan untuk dilaksanakan oleh manusia ada dua macam yang ke dua-duanya harus dijalankan secara sitimulan yaitu beribadah Ritual dan beribadah Mengurus Bumi, yang hanya ditugaskan kepada manusia saja yang dijadikan-Nya sebagai khalifah Allah di Bumi.

Untuk dapat melaksanakan ibadah Ritual telah diberikan Petunjuk yang tersurat dan yang tersirat di dalam Al Qur’an (Pedoman Dasar) dan yang diucapkan dan yang dicontohkan oleh Rosulullaah yang tertuang didalam Hadits.

Ketentuan dan persyarataan yang prisipiil untuk beribadah Ritual secara universal diberlakukan untuk semua manusia khususnya manusia akhir jaman. Setiap manusia sesungguhnya diwajibkan melaksanakan beribadah Ritual dengan benar dan baik sesuai dengan ketentuan dan persyarataan yang prisipiil yang sama dan dapat disesuaikan dengan petunjuk praktis yang tidak bertentangan dengan yang prisipiil. (penyesuaian dengan kondisi yang harus dihadapi). Ibadah Ritual ini bersifat fardlu ‘ain yang berarti wajib dilaksanakan bagi setiap manusia termasuk orang-orang yang diharuskan untuk melaksanakannya)

Untuk dapat melaksanakan ibadah mengurus Bumi manusia harus mengikuti Petunjuk-Nya yang yang tersurat dan yang tersirat di dalam Al Qur’an dan harus mengikuti Kaidah-kaidah atau sunatullah yang diberlakukan untuk alam. Kaidah-kidah alam tersebul harus digali dari alam melalui proses Penelitian.

Dalam pengurusan Bumi, terdapat berbagai ragam urusan yang harus diselesaikan oleh masing manusia dan atau diselesaikan bersama dengan manusia lain, sejalan dengan umur yang diberikan dan ajal yang ditentukan. Urusan yang harus diselesaikan oleh manusia dari waktu ke waktu dapat berbeda. Urusan ada yang bersifat untuk pribadi atau yang bersifat untuk umum, yang bisa dilakukan sendiri dan yang harus dilakukan bekerja sama dengan orang lain. Setiap urusan hanya boleh dilaksanakan oleh yang mempunyai kompetensi (ilmu, keahlian, keterampilan dan wewenang) yang sesuai dengan urusannya. Ibadah mengurus Bumi merupakan tugas yang dapat bersifat fardlu ‘ain atau fardlu kifayah yang harus dilaksanakan manusia, namun harus dikerjakan oleh ahlinya yang berkompeten menangani urusan tertentu saja.

Golongan manusia di sisi Allah

Didalam pelaksanaan ibadah kepada Allah, manusia digolongkan kepada tiga katagori yaitu: (1) orang-orang yang taqwa (2) Orang-orang yang ingkar, kufur atau yang sesat (3) Orang-orang yang ada di pertengahan

Di dunia ini manusia diberi-Nya kemerdekaan untuk berbuat sekehendaknya, memilih beriman atau tidak beriman, berbuat baik atau berbuat jahat, mengikuti Hukum dan Aturan-peraturan yang telah diberikan-Nya atau melanggarnya. Namun atas kehendak-Nya pula manusia menjadi orang yang bertaqwa atau orang yang sesat dan kafir.

Definisi orang yang taqwa:

Orang beriman dan beramal saleh

Orang yang mengikuti perintah-Nya dan yang menjuhi larangan-Nya

Orang yang mempunyai ciri yang tersebut di dalam Al Qur’an

Ciri-ciri orang orang yang taqwa

antara lain

orang yang tidak ragu terhadap kebenaran Kitabullah – Al Qur’an yang disediakan Allah bagi mereka yang taqwa,

seperti yang tersurat di Al Qur’an antara lain sebagai berikut

Alif Laam Miim.

Kitab (Al Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,

(yaitu) mereka

(1) yang beriman kepada yang ghaib,

(2) yang mendirikan shalat

(3) dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka,

(4) dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an)

(5) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, (6) serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.

Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Robb mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. (Q. 2/1 sd. 2/75)

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu)

(1) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, (2) dan orang-orang yang menahan amarahnya

(3) dan mema`afkan (kesalahan) orang.

Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

(4) Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah,

(5) lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka

dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah?

(6) Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. (Q. 3/133 sd. 3/136):

Orang yang ditinggikan derajatnya di sisi Allah.

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu.

Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.(Q. 49 /13)

Yang mampu mengiajak yang lain untuk saling bina membina, saling mengingatkan nasihat menasihat, dalam meningkatkan kualitas keimanan, amal saleh dan ketaqwaan, meningkatkan kemampuan berilmu, kebijaksanan, berekayasa yang baik dengan teknologi yang tepat guna, mampu meperbaikani keadan umat, mampu melakukan ibadah dengan benar dan baik.

Beriman

berarti beriman kepada

1) Allah Yang Maha Esa

2) Malaikat-Malaikat-Nya

3) Kitab-kitab-Nya

4) Rosul-Rosul-Nya

5) Hari Akhir

6) Qada dan Qadar-Nya

(Ketentuan dan keputusan-Nya)

Beramal saleh

kepada Allah dengan melaksanakan ibadah Ritual

kepada sesama Manusia dan

kepada Alam selain manusia

Ibadah Ritual

1) Syahadah, bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah yang harus disembah dan dipuji dan bersaksi bahwa nabi Muhamad adalah Rosul-Nya,

2) Shalat, untuk mengingat Allah dan menghindarkan segala perbuatan jahat dan mungkar. Dalam satu hari lima kali shalat wajib,

3) Zakat, membersihkan diri dengan berbuat yang benar / sidik memberikan sebahagian rezki yang telah diberikan Allah kepadanya, pemberian sebagai pertolongan kepada fakir, miskin, yatim, amiliin,

4) Shaum, yang wajib dalam bulan Ramadhan,

5) Berhaji ke rumah Allah di Bakkah dalam bulan

Untuk dapat melaksanakan ibadah Ritual telah diberikan Petunjuk yang tersurat dan yang tersirat di dalam Al Qur’an (Pedoman Dasar) dan yang diucapkan dan yang dicontohkan oleh Rosulullaah yang tertuang didalam Hadits.

Berbuat baik kepada sesama manusia

(1) Saling berkenalan – bersilaturakhim – berkomunikasi dengan baik

(2) Saling menghormati dan menghargai

(3) Saling menyelamatkan

(4) Saling mengingatkan berada di jalan Allah

(5) Saling memberi atau infaq

(Berinfaq berarti memberi apa-apa yang baik dan dengan cara baik, melalui perniagaan, persahabatan dan pertolongan untuk menyebarkan rakhmat-Nya)

(6) Bermusyawarah (dalam segala urusan dengan tawakal)

(7) Menentukan dan Memenuhi Amanat dan Perjanjian

(8) Saling bina – membina mengingatkan akan waktu dan tempat, keimanan dan ketaqwaan serta mengajak berbuat baik dan sabar dengan kasih sayang

(9) Memberikan imbalan, peringatan, maaf, sanksi dan hukuman

(10) Mengatur, Mengendalikan, Mengawasi dan Menentukan dan Memutuskan Urusan dengan benar, baik dan adil

Semua kegiatan harus dilakukan berdasarkan Petunjuk-Nya yang tersurat dalam Al Qur’an dan berdasarkan Sunatullah dan kaidah-kaidah yang berhubungan dan yang berkembang diantara manusia (budaya, sopan santun) yang tidak bertentangan dengan petunjuk-Nya

Berbuat baik terhadap Alam

Berbuat baik terhadap Alam berarti menyelenggarakan Pengurusan atau Pengelolaan Sumbedaya Alam dengan benardan baik dengan melakukan serangkain kegiatan yang terdari dari:

Memanfaatkan dan mengembangkan (Mendayagunakan Sumberdaya Alamiah dan Buatan)

Menaggulangi Bahaya Alamiah (ancaman, gangguan dan hambatan yang ditimbulkan oleh Potensi Alamiah yang bersifat negatif merugikan),

Menaggulangi Kerusakan Lingkungan Sumberdaya Alam dan Buatan (Kerusakan akibat perbuatan manusia)

Memelihara dan mengkonservasi kinerja Sumberdaya Alam dan Sumberdaya Buatan

Menyelenggarakan Penguasaan, Pengaturan, Pengendalian dan Pengawasan (TURDALWAS) terhadap Sumberdaya Alam dan semua kegiatan yang dilakukan terhadap Sumberdaya Alam dan Buatan

Semua kegiatan harus dilakukan berdasarkan Petunjuk-Nya yang tersurat dalam Al Qur’an dan berdasarkan Sunatullah, Kaidah – kaidah empirik yang diberikan kepada alam. Kaidah-kaidah alam ini harus digali oleh manusia langsung dari “Kitab alam” yang berisi dengan ayat-ayat Allah (ayat-ayat kauniyah) baik yang nyata maupun yang absrak

Manusia yang berkompeten mengurus Bumi ialah manusia-manusia yang berkualitas di sisi Allah

Manusia yang taqwa

Mengetahui dan berusaha keras untuk mengikuti Petunjuk, Perintah dan menghindarkan Larangan-Nya dalam menjalankan ibadah-Nya, ibadah ritual dan ibadah mengurus Bumi.

Mengetahui Ilmu tentang Allah

Mempelajari alam ciptaan-Nya (Komponen, nur energi, potensi atau Sumberdayanya)

Mengetahui kompetensi dirinya sendiri (kemampuan dan kelemahannya),

Manusia sempurna berkualitas taqwa, beriman dan beramal saleh serta berakhlak mulia

Mengetahui Tugas Hak Wewenang dan Tanggungjwab sebagai abdi Allah dan sebagai Khalifah Allah di Bumi

Melaksanakan ibadah Ritual (ketentuan dan persyarataan berlaku untuk semua manusia) sejalan dengan melaksanakan ibadah mengurus Bumi (sesuaii dengan THWT dan kompetensi masing-masing)

Manusia diciptakan sebagai makluk yang sempurna dan ditinggikan derajatnya, maun bisa dijtuhkan derajatnya serendah rendahnya derajat, lebih rendah dari derajat binatang

Mampu bekerja sama dan sama-sama bekerja sesuai dengan kemapuannya masing-masing. (Manusia merupaakan makhluk yang satu, makluk sosial)

Mampu menguasai Ilmu dan Hikmah

Mampu berperan serta dalam kegiatan rekayasa dengan teknologi sesuai dengan kompetensinya (kemampuan dan wewenang)

Kompetensi Manusia sebagai Khalifah Allah di Bumi dalam Pengurusan Bumi

Dengan dijadikan-Nya manusia sebagai khalifah Allah di Bumi, dapat diartikan bahwa manusia diangkat-Nya sebagai pengganti, mandataris, manajer atau amir-Nya, dengan wewenang terbatas untuk mengurus dan memakmurkan Bumi. Hanya Allah-lah yang memiliki wewenang mutlak atas kehendak diri-Nya untuk, menggerakkan, menghidupkan, menguasai, mengatur, mengendalikan, melihat dan mengawasi segala sesuatu makluknya dari yang terbesar sampai yang terkecil sebesar zarahpun.

Banyak urusan yang harus dikerjakan manusia, mengurus diri sendiri, mengurus orang lain dan mengurus sumberdaya alam selama hidupnya di dunia, dari jam ke jam, hari kehari sesuai dengan kemapuannya sampai menemui ajalnya. Untuk dapat melaksankan urusan- urusannya, maka setiap manusia diberi-Nya waktu tertentu yang disebut umur.

Urusan yang menyangkut kegiatan Pengelolaan Sumberdaya Alam Bumi dan yang menyangkut Pembinaan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia harus ditentukan, direncanakan dan diprogramkan oleh manusia sendiri dengan niat yang baik untuk memperoleh outcome atau hasil yang baik pula dengan izin-Nya – insya Allah.

Hasil yang baik maupun yang tidak baik, yang diperoleh darii pengelolaan Sumberdaya Alam yang dikerjakan manusia diperuntukkan untuk kebaikan, kesejahateraan manusia sendiri. Ingatlah bahwa segala sesuatu milik Allah dan Allah tidak membutuhkan apa apa dari manusia, dia hanya memerintahkan manusia untuk menyembah dan minta pertolongan keoada-Nya saja sesuai dengan petunjuk dan kehendak-Nya.

Segala sesuatu yang ada di langit dan Bumi kepunyaan Allah. Allah tidak membutuhkan sesuatu dari makhluk-Nya. Dan untuk dapat menjalankan tugasnya dalam berbagai ragam kepengusan di Bumi ini, manusia diberi-Nya berbagai macam keamampuan individu yang harus disinergikan dengan kemapuan orang lain.

Kemapuan atau Kompetensi yang dimiliki manusia akan menentukan predikat, jabatan dan fungsi masing-masing dalam pengurusan Bumi, cq. Pengelolaan Sumberdaya alam dan Pembinaan – Pengembangan Sumberdaya Manusia.

Pendayagunaan Sumberdaya Alam.

Untuk memenuhi segala keperluan dan kebutuhan dalam rangka memperoleh kesejahteraan sosial yang beradab dan adil bagi manusia yang berada di suatu negeri, Pengelolaan sumberdaya Alam yang menyeluruh harus dilakukan dengan baik mengikuti NSPM yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Dan dalam pelaksanaan Pengelolaan Sumberdaya Alam tersebut diperlukan Ilmu – Kearifan, Teknologi melalui rangkaian kegiatan rekayasa dan menggunakan Prasarana, Sarana dan Alat – peralatan Teknologi yang tepatguna.

Telah disampaikan di awal tulisan ini bahwa kerusakan Lingkungan Sumberdaya Alam yang terjadi di mana-mana disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia dalam pemanfaatan berbagai jenis Sumberdaya Alam dan dalam rangka penyelamatan manusia dari bahaya alamiah, tanpa memperhatikan dan tanpa ada berusaha untuk manggulangi dampak negatifnya.

Sumberdaya alam yang alamiah maupun yang buatan yang harud dikelola dengan baik dan yang harus dipertahankan daya dukung Lingkungannya antara lain: Sumberdaya Air yang ada di darat (morfologi sungai, air tanah), Sumberdaya Kehutanan, Geometri atau Rupa Bumi, Pepohonan Lindung, Lahan Pertanian, Tanah Pertanian, Pertambangan, Udara dan sebagainya.

Kompetensi Manusia sebagai Khalifah Allah di Bumi

Untuk dapat mengurus dan memakmurkan Bumi maka diperlukan Sumberdaya Manusia yang berkualitas dan berkompetensi terbagi ke dalam tugas Pengelolaan berbagai jenis Sumberdaya Alam dan tugas dalam Pembinaan Sumberdaya Manusia.

Semua manusia diberi-Nya kesempatan untuk berpredikat atau menyandang jabatan fungsional yang berkompetensi sebagai: Ahli peneliti (Ahli Dzikir), Ilmuwan atau Ulama, Perekayasa (Ulil Albaab), Penyebar rahmat Allah, Koordinator atau Imam, Penguasa, Pengawas, Penegak Hukum dan Pelindung.

Untuk mengelola Sumberdaya Alam dan pembinaan Sumberdaya Manusia sangat dibutuhkan Ahli peneliti (Ahli Dzikir), Ilmuwan atau Ulama, Perekayasa (Ulil Albaab), Penyebar rahmat Allah, Koordinator dalam berbagai bidang ke – Sumberdayaan.

Dan untuk mengerahkan dan mendayagunakan Sumberdaya Manusia diperlukan manusia yang bekopetensi sebagai koordinator, Penguasa, Pengawas, Penegak Hukum dan Pelindung.

q Manusia diciptakan-Nya sebagai makhluk yang sempurna dan ditinggikan derajatnya dengan diberi-Nya Ilmu dan diberi Tugas sebagai Abid dan dijadikan-Nya Khalifah Allah di Bumi

Jin dan manusia diciptakan Allah Robbil ‘Alamiin tidak lain hanya untuk beribadah kepada-Nya saja.

Manusia diciptakan Allah sebagai makhluk yang paling sempurna diajarinya bermacam macam ilmu ternasuk teknologi (ilmu teknik), kebijakan dan kemampuan untuk membuat dan menggunakan Alat - peralatan Teknik

Dan (ingatlah), ketika Robb-mu (Tuhanmu) berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.(Q. 15/28); (lumpur adalah tanah yang diberi air)

Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu (malaikat) kepadanya dengan bersujud.(Q. 15/29), kecuali iblis. Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. (Q. 15/30)

Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.(Q.32/9)

(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah".(Q.38/72) Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan) Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".

Ingatlah ketika Robb-mu (Allah) berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".

[Yang suka membuat kerusakan dan menumpahkan darah ialah makhluk yang telah diciptakan-Nya terlebih dahulu, makhluk yang serupa dengan manusia, yang disebut “manusia purba” oleh para scientisch Barat, namun bukan species / bani Adam. (Darwin melemparkan teorinya yang salah bahwa manusia adalah keturunan atau hasil evolusi dari monyet. Tandanya bahwa manusia bani Adam bukan monyet ialah monyet tidak bisa menyebutkan nama-nama benda ciptaan Allah dan monyet tidak bisa membaca dan menulis. Manusia diperintah Allah untuk selalu membaca dan diberi-Nya ilmu melalui kalam / tulisan]

Dan Dia memberi ilmu (mengajarkan) kepada Adam nama-nama (termasuk wujud, sifat, perilaku, manfaat dan bahaya benda-benda yang diberi Adam nama) seluruhnya (apa apa yang ada di langit dan di bumi), kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" (Q. 2/31)

Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(Q.2/32)

Allah berfirman: "Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini". Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: "Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?" (Q. 2/33) (Malaikat memperoleh pengetahuan dari Allah melaui Adam / Manusia)

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.

Lalu seluruh malaikat itu bersujud semuanya.(Q. 38/73)

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. (17/70)

[Malaikat diperintah Allah untuk sujud kepada Adam, karena Adam dilebihkan derajatnya dari Malaikat disebabkan Adam diberi-Nya Ilmu tentang alam ciptaan-Nya]

Bacalah dengan (menyebut) nama Robb - mu (Allah) yang telah menciptakan,

Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.

Bacalah, dan Robb-mulah Yang Maha Pemurah,

Yang memberi ilmu (kepada manusia) dengan perantaraan kalam.

Dia mengajari manusia apa yang tidak diketahuinya.

(Q. 96/1 sd 96/5)

Sesungguhnya manusia harus mengetahui bahwa dari semua makhluk-Nya, hanya manusia saja yang bersedia dijadikan-Nya Khalifah Allah di Bumi, dengan tugas, hak, wewenang dan tanggung jawab (THWT) khusus untuk mengurus dan memakmurkan Bumi untuk kepentingan semua makhluk. Dan Manusia dikehendaki-Nya menjadi rakhmatan lil ‘alammin mendistribusikan rahmatnya kepada makhluk lain

Terdapat dua macam ibadah yang harus dilaksanakan manusia ialah ibadah Ritual dan ibadah mengurus Bumi. Beribadah mengurus Bumi dibagi dua macam yaitu berarti mengurus Sumberdaya Alam yang ada di Bumi dan mengurus manusia (Sumberdaya Manusia).

Kegiatan pengurusan Bumi tersebut sebenarnya harus dilakukan demi kepentingan manusia sendiri dengan tidak mengabaikan kepentingan makhluk lain.

Dingatkan bahwa dalam melaksanakan ketiga macam ibadah harus berdasarkan Petunjuk-Nya saja, tidak keluar dari itu.

Tugas ke-Khalifah-an merupakan amanah dan janji yang telah disepakati manusia untuk dipenuhinya. Sebelumnya ditawarkan kepada manusia, amanah tersebut terlebih dahulu ditawarkan kepada makhluk lain, namun tidak ada yang menerimanya.

Manusia telah berjanji akan melaksanakan amanat ke-Khalifahan Allah yang berat tersebut dengan benar, baik dan adil untuk semua.

Namun disayangkan hanya sedikit dari manusia yang mampu menjalankan amanat dan janjinya tersebut dengan benar didasari oleh keimanan dan ketaqwaan dengan sebenar-benarnya iman dan taqwa menurut petunjuk Allah Robbul ‘alamiin.

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi". Dst. ----- (Q. 2/26)

Dan Dialah yang menjadikan kamu khalifah di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.

Sesungguhnya Robb-mu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(Q. 6/165)

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,(Q.33/72)

--- Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pengurus / pemakmurnya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do`a hamba-Nya)." (Q. 11/61).

Allah memerintahkan manusia yang beriman untuk bertaqwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya iman dan taqwa dan selalu menjaga keselamatan dirinya selama hidup di dunia sebelum mati dengan mengikuti segala perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam (Q. 3/102).

Selain memberi hak berupa bermacam macam kenikmatan yang tidak terhitung banyaknya, Allah Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang dan Yang Maha Kuasa, memberi kemerdekaan kepada manusia selama hidupnya di dunia untuk memilih menjadi orang yang bertaqwa, beriman dan berbuat baik (berbuat baik kepada Allah, Alam dan Manusia) dengan mengikuti petunjuk dan perintah-Nya serta menghindari larangan-Nya guna memperoleh ridlo-Nya atau memilih menjadi orang yang ingkar yang mengikuti godaan setan, berbuat sekehendaknya tidak mengikuti atau menentang aturan dan peraturan-Nya.

Maka ni`mat Robb-mu yang manakah yang kamu dustakan? (Q.55/13 --)

---- Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(Q. 41/40).

--- lahaa maa kasabat wa ‘alaihaa mak tasabat – Baginya (pahala) apa yang dia kerjakan dan dia mendapat (siksa) yang dia kerjakan (kejahatan)—(Q. 2/286)

Selanjutnya orang orang yang beriman akan selalu mengucapkan dan memenuhi janjinya bahwa mereka hanya mengabdi dan memohon pertolongan hanya untuk dan kepada Allah saja dan untuk mampu melaksanakan ibadahnya dengan benar, manusia harus memohon ditunjuki jalan-Nya:

--- Hanya kepada Engkau kami mengabdi dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan”. “Tunjukkanlah kami jalan yang lbenar (jalan Allah), jalan yang telah diberikan kepada yang telah diberi kenikmatan, bukan jalan yang Engkau murkai dan bukan jalan yang sesat (bodoh)” (Q. 1/5 sd. 1/7).